
Bengkulu – Masalah pengelolaan sampah kembali menjadi perhatian warga saat kegiatan reses Anggota DPRD Kota Bengkulu di Daerah Pemilihan (Dapil) 2. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, warga menyampaikan berbagai keluhan, salah satunya terkait sampah yang belum tertangani secara optimal di wilayah mereka.
Reses ini merupakan agenda rutin DPRD Kota Bengkulu untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Pada kesempatan kali ini, anggota dewan turun langsung ke tengah masyarakat guna mendengar persoalan nyata yang dihadapi warga di tingkat RT dan RW.
Keluhan Sampah Jadi Isu Utama
Dalam dialog antara warga dan anggota dewan, persoalan sampah menjadi sorotan utama. Warga menyoroti minimnya tempat penampungan sementara (TPS), serta jadwal pengangkutan sampah yang tidak konsisten. Beberapa warga juga mengeluhkan adanya tumpukan sampah yang mengganggu kesehatan lingkungan dan estetika kota.
“Kami butuh perhatian serius terkait masalah sampah ini. Sudah sering kami laporkan, tapi belum ada solusi yang benar-benar dirasakan warga,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Tanggapan DPRD Kota Bengkulu
Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Dapil 2 menyampaikan apresiasi atas masukan warga. Mereka berjanji akan membawa permasalahan ini dalam pembahasan di tingkat dewan, khususnya dalam rapat bersama OPD terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
“Masalah sampah memang menjadi fokus kami. Kami akan terus mendorong pemerintah kota agar meningkatkan fasilitas dan pelayanan pengangkutan sampah, termasuk pengadaan armada dan penambahan TPS,” ujar salah satu anggota DPRD saat reses.
Komitmen Sinergi dan Tindak Lanjut
Reses kali ini menjadi wadah penting untuk mempererat sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat. DPRD Kota Bengkulu berkomitmen menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan, termasuk memperjuangkan anggaran dan kebijakan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.







