
Bengkulu, — Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Bengkulu sekaligus Ketua Komisi II, Rodi, S.Kom., M.M., mengingatkan pihak pemerintahan kota agar segera mengambil langkah antisipatif terhadap risiko pohon tumbang di kawasan wisata dan permukiman publik.
Menurut Rodi, kejadian pohon tumbang di sudut Kota Bengkulu bukan hanya soal estetika atau kebersihan lingkungan, tetapi menyangkut keselamatan masyarakat dan kenyamanan wisatawan. Ia menegaskan bahwa pengawasan dan tindakan preventif harus dilakukan secara serius oleh Dinas terkait agar tragedi serupa tidak terulang.
“Kita mengingatkan pemerintah kota untuk bergerak cepat dalam mengambil langkah antisipatif guna mencegah kejadian serupa terjadi,” ujar Rodi, menyoroti insiden pemilik kendaraan yang tewas tertimpa pohon tumbang di depan Hotel Marina, Kota Bengkulu pada 2 Agustus lalu.
Mengapa Pencegahan Penting?
Rodi menuturkan bahwa kawasan wisata seperti Pantai Panjang dan jalur joging di kota ini kerap dilalui banyak orang—pengunjung, keluarga, anak-anak—bahkan pada malam hari. Sehingga potensi pohon tumbang yang tidak diantisipasi bisa membawa risiko besar.
“Jalan dan kawasan wisata yang ramai dikunjungi harus menjadi prioritas pengawasan. Karena faktor alam seperti hujan lebat dan angin kencang bisa memicu pohon tua atau rapuh tumbang secara tiba-tiba,” terang Rodi.
Ia menilai bahwa bagian dari tanggung jawab Komisi II adalah memastikan infrastruktur dan lingkungan kota mendukung aktivitas masyarakat dengan aman dan nyaman. Untuk itu, ia meminta agar Dinas PUPR, DLH, BPBD, dan instansi lainnya melakukan koordinasi intensif.
Langkah Konkret yang Diajukan
Sebagai Ketua Komisi II, Rodi mendorong agar pemerintah kota segera melakukan beberapa langkah berikut:
Pendataan pohon-pohon besar dan usia tua di sepanjang jalur wisata, trotoar, dan area umum.
Pemberian tanda atau pengamanan sementara pada pohon yang dianggap kritis atau berisiko tinggi.
Penebangan pohon rapuh atau pemangkasan besar jika tidak memungkinkan perawatan lanjut.
Peningkatan penerangan, patroli lingkungan, dan edukasi warga supaya tidak berhenti di bawah pohon besar saat hujan atau angin kencang.
Ia juga memberi catatan bahwa pada tahun sebelumnya telah terjadi korban jiwa akibat pohon tumbang dan berharap tidak ada korban berikutnya.
Sinergi Pemerintah dan DPRD untuk Kota Lebih Aman
Rodi mengajak semua pihak—mulai dari eksekutif, legislatif hingga masyarakat—untuk bersinergi menjalankan langkah-langkah preventif ini. Ia menegaskan bahwa Komisi II DPRD Kota Bengkulu akan mengawal proses penganggaran dan pelaksanaan kebijakan yang berkaitan dengan penataan kawasan lingkungan dan wisata.
“Kami akan pastikan anggaran yang tersedia digunakan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan publik. Lingkungan yang aman adalah fondasi bagi pariwisata dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ujarnya.
Rodi berharap bahwa langkah antisipatif ini akan mendukung strategi kota dalam mengembangkan wisata dan ekonomi kreatif yang berbasis masyarakat.
Penutup
Dengan dikeluarkannya himbauan oleh Rodi, diharapkan kawasan wisata Kota Bengkulu bisa menjadi ruang publik yang aman dan menarik bagi warga dan pengunjung. Ia menyimpulkan bahwa mencegah pohon tumbang bukan semata soal estetika, melainkan bagian dari pembangunan kota yang cerdas, manusiawi, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita bersama menjaga lingkungan kota ini—karena ketika warga dan pengunjung merasa aman, maka kemajuan dan kesejahteraan akan mengikuti,” tutup Rodi.







