
Bengkulu, — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H / 2025 M menjadi momen penting bagi umat Islam di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bengkulu. Tahun ini, perayaan Maulid hadir di tengah kondisi bangsa yang sedang menghadapi berbagai ujian sosial, politik, hingga ekonomi. Aksi demonstrasi yang meluas di berbagai daerah, keresahan masyarakat terhadap keadilan, hingga isu kesejahteraan rakyat seolah menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW semakin dibutuhkan.
Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, S.Kom., MM, menyampaikan bahwa momentum Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak sekadar seremonial, tetapi juga menjadi refleksi mendalam bagi semua elemen bangsa untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam menghadapi perbedaan dan ujian.
“Di tengah kondisi bangsa kita saat ini, Maulid Nabi adalah pengingat agar kita meneladani sifat sabar, bijaksana, dan kasih sayang Rasulullah SAW. Perbedaan pendapat jangan sampai memecah belah bangsa. Justru kita harus kembali pada nilai musyawarah, persatuan, dan gotong royong,” ujar Rodi.

Meneladani Sifat Rasulullah SAW di Tengah Gejolak Sosial
Sejarah mencatat bahwa Nabi Muhammad SAW selalu mengutamakan akhlak mulia dalam menghadapi konflik. Beliau mencontohkan pentingnya dialog, penyelesaian masalah dengan hati yang tenang, dan mengutamakan kepentingan umat.
Dalam konteks Indonesia hari ini, masyarakat dapat meneladani sikap Rasulullah dengan:
Mengutamakan persaudaraan sesama anak bangsa.
Menjaga lisan dan tindakan agar tidak menimbulkan fitnah atau kerusakan.
Mengutamakan musyawarah dalam mencari solusi atas masalah bangsa.
Bersabar dan tetap istiqomah dalam memperjuangkan kebenaran.
Harapan untuk Indonesia yang Lebih Baik
Rodi juga menegaskan bahwa momen Maulid Nabi SAW harus menjadi pemicu semangat perubahan positif bagi bangsa Indonesia.
“Kita semua tentu prihatin melihat kondisi saat ini. Namun, mari kita yakin bahwa dengan doa, ikhtiar, dan teladan Rasulullah, bangsa kita akan mampu melewati ujian ini. Mari bersama-sama kita berdoa agar Indonesia kembali damai, pemimpin kita diberi kebijaksanaan, dan rakyat mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik,” imbuhnya.
Maulid Nabi sebagai Jalan Kedamaian
Perayaan Maulid Nabi SAW juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga, meningkatkan kepedulian sosial, dan menjadi ruang memperkuat persatuan bangsa.
Peringatan tahun ini di Bengkulu dirangkai dengan doa bersama, pengajian, serta tausiyah yang menekankan pentingnya meneladani sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Akhirnya, momentum Maulid Nabi 1447 H menjadi ajakan bagi seluruh umat Islam untuk selalu istiqomah menebarkan kebaikan, menjaga ukhuwah, serta berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.
“Semoga kita senantiasa diberikan rahmat, hidayah, dan keberkahan dari Allah SWT. Mari kita jadikan Maulid Nabi tahun ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri, keluarga, dan bangsa Indonesia tercinta,” tutup Rodi.







