
Bengkulu – Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, S.Kom., MM, memberikan dukungan penuh terhadap rencana Pemerintah Kota Bengkulu untuk merevitalisasi Pasar Barukoto. Pasar yang berada di Kelurahan Malabro, Kecamatan Teluk Segara, ini berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 8.000 meter persegi dan menjadi salah satu sentra ekonomi tradisional penting di kota ini.
Bagi Rodi, revitalisasi bukan sekadar mempercantik wajah pasar, tetapi juga langkah strategis untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi rakyat. Ia menegaskan bahwa pembenahan akan mencakup pengecatan ulang, perbaikan pencahayaan, hingga perluasan area parkir yang selama ini menjadi keluhan pengunjung dan pedagang.
“Kami mendukung Pemkot Bengkulu mewujudkan revitalisasi Pasar Barukoto yang dirancang lebih bersih, lebih terang, dicat ulang, dan parkirannya diperbaiki serta diperluas. Tujuannya jelas: agar masyarakat Bengkulu nyaman berbelanja di pasar ini,” kata Rodi.
Pasar Strategis yang Perlu Sentuhan Serius
Pasar Barukoto selama ini dikenal sebagai pusat perdagangan bahan pokok, pakaian, dan jajanan pasar. Selain menyediakan kebutuhan sehari-hari, pasar ini juga menjadi lokasi bertemunya warga dari berbagai penjuru kota. Namun, seiring waktu, fasilitas pasar mengalami penurunan kualitas sehingga membuat pengunjung kurang nyaman.
Rodi menyadari bahwa tanpa pembenahan, pasar akan kalah bersaing dengan pusat perbelanjaan modern. Karena itu, ia mengapresiasi langkah Pemkot yang ingin menjadikan Pasar Barukoto sebagai pasar tematik dengan penataan modern, tetapi tetap mempertahankan ciri khas tradisionalnya.
“In shaa Allah, Pasar Barukoto ini akan lebih bersih dan aman. Kami memulai renovasi dari sini, kemudian dilanjutkan ke Pasar Minggu dan Pasar Panorama. Tujuannya agar semua pasar di Kota Bengkulu memiliki standar kenyamanan yang sama,” jelas Rodi.
Revitalisasi untuk Mendorong Ekonomi dan Pariwisata
Rencana revitalisasi Pasar Barukoto tidak hanya menyasar aspek perdagangan, tetapi juga akan mengangkat nilai pariwisata. Lokasinya yang dekat dengan Benteng Marlborough, ikon sejarah Bengkulu, menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki pasar lain.
Rodi memproyeksikan pasar ini nantinya akan menjadi pusat kuliner dan busana. Pengunjung bisa berbelanja pakaian atau menikmati makanan sambil menikmati pemandangan benteng bersejarah yang berdiri megah di tepi Samudra Hindia.
“Bayangkan, nanti banyak yang nongkrong di sini sambil melihat Benteng Marlborough. Ini bisa menjadi daya tarik wisata yang tidak hanya dinikmati warga lokal, tapi juga wisatawan dari luar daerah,” ujar Rodi dengan optimis.
Sinergi DPRD dan Pemkot untuk Akselerasi Pembangunan
Sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal proses revitalisasi agar berjalan sesuai rencana. Ia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk segera merealisasikan pekerjaan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan PUPR dan Disperindag bisa segera mulai bekerja. Kita ingin ini cepat terealisasi, karena setiap hari pasar ini menjadi urat nadi ekonomi bagi banyak pedagang dan pembeli,” tegas Rodi.
Ia juga menambahkan bahwa revitalisasi akan mengedepankan konsep ramah lingkungan dan penataan drainase yang lebih baik untuk menghindari genangan air saat hujan.
Harapan Pedagang dan Warga
Rencana ini disambut positif oleh sejumlah pedagang. Mereka berharap revitalisasi bisa membuat pasar lebih ramai pengunjung dan meningkatkan omzet. Menurut para pedagang, salah satu kendala saat ini adalah kondisi fisik pasar yang terkesan kumuh, pencahayaan yang kurang memadai, dan area parkir yang sempit.
Warga sekitar juga menyambut baik langkah ini. Mereka percaya, jika pasar tertata dengan baik, harga sewa kios dan lapak bisa meningkat seiring naiknya jumlah pengunjung.
Rodi menilai dukungan dari masyarakat adalah kunci keberhasilan revitalisasi. Ia meminta semua pihak untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung.
Pasar Barukoto dan Visi Pembangunan Kota
Revitalisasi Pasar Barukoto selaras dengan visi Pemkot Bengkulu yang ingin menjadikan kota ini sebagai pusat perdagangan dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Ke depan, Rodi berharap pasar-pasar di Kota Bengkulu tidak hanya menjadi tempat transaksi jual-beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan destinasi wisata.
“Kalau semua pasar di Bengkulu tertata rapi, bersih, dan nyaman, itu akan menjadi kebanggaan kita semua. Kami di DPRD siap mengawal agar program seperti ini bisa berkelanjutan,” tutup Rodi.
Dengan dukungan penuh dari DPRD, Pemkot, dan masyarakat, Pasar Barukoto diharapkan akan segera menjelma menjadi pusat perdagangan, kuliner, dan pariwisata yang membanggakan Kota Bengkulu.







