BENGKULU – Rencana penerapan pungutan parkir di gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Kota Bengkulu mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kota Bengkulu, Rodi, S.Kom., M.M.
Rodi menilai rencana tersebut perlu dikaji secara matang, terutama jika alasan penerapannya dikaitkan dengan upaya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Menurut Rodi, upaya menciptakan lapangan kerja merupakan hal yang penting. Namun, kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sebagai konsumen.
“Saya sangat menghargai niat baik elemen masyarakat yang menginginkan penambahan lapangan pekerjaan. Itu semangat mulia. Namun, menjadikan pungutan parkir di Indomaret dan Alfamart sebagai solusi, itu salah besar dan tidak boleh kita dukung,” ujar Rodi.
Jangan Menambah Beban Masyarakat
Rodi menyoroti bahwa konsumen gerai ritel modern berasal dari berbagai kalangan. Mulai dari masyarakat yang berbelanja kebutuhan sehari-hari, pekerja yang mampir membeli kebutuhan, hingga pelajar.
Karena itu, menurutnya, penerapan pungutan parkir perlu dilihat dari sisi kemampuan dan beban masyarakat.
“Yang belanja itu ibu rumah tangga, pekerja yang mampir beli sarapan, hingga pelajar. Kita tidak boleh membuka lapangan kerja dengan cara memeras masyarakat sendiri. Itu bukan kemajuan, tapi memindahkan beban,” tegasnya.
Rodi menilai tujuan membuka lapangan pekerjaan tetap harus didukung. Namun, sumber pembiayaan dan mekanisme yang digunakan perlu dicari melalui skema yang tidak secara langsung menambah pengeluaran masyarakat.
Ia mendorong pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk melihat potensi ekonomi lain yang dapat dikembangkan. Investasi baru, penguatan UMKM, serta pengembangan usaha kreatif dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan kerja di Kota Bengkulu.
Mendorong Solusi Lapangan Kerja yang Produktif
Menurut Rodi, penciptaan lapangan kerja seharusnya diarahkan pada kegiatan ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pendapatan.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan setiap kebijakan terkait parkir memiliki dasar aturan yang jelas serta memperhatikan kepentingan masyarakat.
“ Saya 100 persen mendukung lapangan kerja baru, tapi saya tidak setuju jika solusinya adalah pungutan parkir Alfamart-Indomaret. Parkir yang gratis harus tetap gratis,” kata Rodi.
Rodi berharap persoalan tersebut dapat dibahas secara terbuka dengan melibatkan pemerintah daerah, pengelola gerai, masyarakat, serta pihak lain yang berkepentingan.
Dengan pembahasan yang komprehensif, kebijakan yang diambil diharapkan tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Bagi Rodi, peningkatan kesempatan kerja dan perlindungan terhadap masyarakat perlu berjalan beriringan. Kebijakan pembangunan ekonomi, menurutnya, harus mampu membuka peluang baru tanpa menambah beban bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.






