
Bengkulu – Minimnya penerangan jalan menjadi salah satu persoalan yang disampaikan warga kepada Ketua Komisi II DPRD Kota Bengkulu, Rodi, dalam kegiatan reses di Kelurahan Bajak, Senin (3/8/2026).
Warga meminta perhatian pemerintah terhadap sejumlah titik yang masih minim penerangan, khususnya kawasan sekitar jembatan di RT 09 yang dinilai rawan bagi pengguna jalan pada malam hari.
Rodi mengatakan, persoalan penerangan jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Menurutnya, kondisi jalan yang gelap di sejumlah titik dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
“Masalah penerangan ini sangat penting. Saya akan terus mengawal aspirasi masyarakat,” kata Rodi.
Ia menyebut, Dinas Perhubungan Kota Bengkulu yang hadir dalam kegiatan tersebut juga telah memberikan respons terhadap kebutuhan penerangan di sejumlah lokasi yang dinilai mendesak.
Selain kawasan jalan utama, Rodi menilai penerangan di lingkungan permukiman dan gang-gang warga juga perlu mendapat perhatian. Lampu penerangan dinilai dapat membantu meningkatkan rasa aman masyarakat ketika beraktivitas pada malam hari.
Rodi memastikan persoalan tersebut akan dimasukkan dalam laporan hasil reses untuk kemudian diperjuangkan melalui pembahasan di DPRD Kota Bengkulu.
“Setiap aspirasi warga akan kita catat dan kita kawal sesuai kewenangan yang ada,” ujarnya.






