
BENGKULU – Berbagai persoalan yang berkaitan dengan infrastruktur dan lingkungan menjadi perhatian dalam Reses Kedua Masa Sidang Kedua Tahun 2026 Anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Golkar, Rodi, S.Kom., M.M., Senin (3/8/2026).
Kegiatan reses tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan secara langsung. Sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Bengkulu juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bengkulu dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu membuat aspirasi warga dapat langsung didengar oleh instansi yang berkaitan.
Warga Sampaikan Aspirasi Lampu Penerangan Jalan
Salah satu aspirasi yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan kebutuhan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Warga meminta pemasangan lampu jalan di kawasan Kuburan Tengah Padang. Kondisi kawasan yang minim penerangan dinilai membuat warga kurang nyaman saat beraktivitas pada malam hari.
Menanggapi aspirasi tersebut, Rodi menyatakan akan membawa usulan tersebut ke dalam pembahasan di DPRD Kota Bengkulu.
Menurutnya, penerangan jalan merupakan bagian penting dari fasilitas publik. PJU juga dapat membantu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Soal lampu jalan ini akan saya kawal sampai benar-benar terpasang. Masyarakat berhak mendapatkan rasa aman ketika melintas pada malam hari,” tegas Rodi.
Rodi menambahkan bahwa setiap aspirasi masyarakat perlu dikawal melalui mekanisme yang berlaku. Dengan demikian, usulan yang disampaikan dalam reses dapat diteruskan kepada pemerintah daerah untuk mendapatkan tindak lanjut.
Persoalan Sampah Perlu Solusi Bersama
Selain penerangan jalan, persoalan pengelolaan sampah di Kota Bengkulu juga menjadi perhatian masyarakat.
Warga menyampaikan kekhawatiran terkait kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian dan solusi jangka panjang agar pelayanan persampahan tetap berjalan dengan baik.
Rodi menilai persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan proses pengangkutan. Pengelolaan di kawasan TPA juga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.
Karena itu, ia mendorong adanya berbagai upaya yang dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Bengkulu.
“Permasalahan sampah ini harus diselesaikan bersama. Bukan hanya soal mengangkut sampah dari lingkungan warga, tetapi juga memastikan TPA memiliki fasilitas yang memadai agar pelayanan tetap berjalan dengan baik,” ujar Rodi.
Menurut Rodi, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, masyarakat, dan berbagai pihak lainnya diperlukan untuk mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Warga Soroti Pohon Rawan Tumbang
Aspirasi lainnya berkaitan dengan kondisi sejumlah pohon yang sudah tua dan mengering.
Warga meminta adanya pendataan serta penanganan terhadap pohon yang dinilai berpotensi membahayakan. Terlebih saat terjadi hujan deras maupun angin kencang.
Perwakilan DLH Kota Bengkulu yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa kondisi pohon yang berpotensi membahayakan akan didata untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai prosedur.
Hal tersebut menjadi salah satu bentuk respons langsung terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses.
Tumpukan Sampah di Jalan Belato Jadi Perhatian
Masyarakat juga menyampaikan persoalan tumpukan sampah di kawasan Jalan Belato.
Warga berharap pemerintah dapat meningkatkan pengawasan dan menyediakan fasilitas pendukung pengelolaan sampah. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Rodi menyambut baik aspirasi tersebut. Menurutnya, kebersihan lingkungan membutuhkan peran bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Edukasi mengenai pengelolaan sampah juga perlu terus dilakukan. Dengan kesadaran bersama, lingkungan Kota Bengkulu dapat menjadi lebih bersih dan nyaman.
Rodi Komitmen Kawal Aspirasi Masyarakat
Rodi menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan dalam reses telah dicatat. Aspirasi tersebut selanjutnya akan diperjuangkan melalui mekanisme DPRD Kota Bengkulu.
Baginya, reses bukan sekadar agenda rutin. Reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kehadiran perwakilan OPD dalam reses ini sangat penting karena masyarakat bisa menyampaikan persoalannya secara langsung. Kami di DPRD akan mengawal setiap usulan tersebut agar tidak berhenti sebagai catatan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti menjadi program pemerintah,” kata Rodi.
Sebagai anggota DPRD Kota Bengkulu dari Fraksi Partai Golkar, Rodi berkomitmen untuk terus menyerap dan mengawal aspirasi masyarakat.
Ia berharap berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelayanan dasar, keselamatan, kebersihan lingkungan, dan infrastruktur dapat memperoleh perhatian serta solusi yang tepat.
Melalui reses, Rodi juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan aspirasi secara terbuka. Menurutnya, komunikasi antara masyarakat, DPRD Kota Bengkulu, dan Pemerintah Kota Bengkulu menjadi bagian penting dalam membangun daerah.
Dengan semangat kebersamaan, berbagai aspirasi masyarakat diharapkan dapat menjadi masukan dalam menentukan arah pembangunan Kota Bengkulu yang semakin nyaman, aman, dan sejahtera.





