
Jakarta – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtaruddin, menekankanpentingnya membangun ekosistem penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang terintegrasi guna meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di pasar kerja internasional. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan lembaga pelatihan menjadi fondasi agar calon pekerja migran dapat bekerja di luar negeri secara aman, legal, dan profesional.
Pernyataan tersebut disampaikan Mukhtaruddin saat menghadiri peresmian SMK PASIM Go Internasional dan Pasim International Job Fair 2026, sebagaimana dikutip dari akun Instagram pribadinya.
Dalam kesempatan itu, Mukhtaruddin menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi dan mampu bersaing di tingkat global.
Ia menilai peluang kerja di berbagai negara masih terbuka lebar. Namun, peluang tersebut harus diimbangi dengan kesiapan kompetensi, akses informasi yang memadai, serta proses penempatan yang mengikuti ketentuan dan prosedur resmi.
Dorong Pembentukan Migrant Center
Mukhtaruddin mendorong pemerintah daerah untuk membentuk Migrant Center sebagai pusat layanan informasi, edukasi, dan pendampingan bagi masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri.
Menurutnya, Migrant Center tidak hanya berfungsi sebagai tempat konsultasi, tetapi juga menjadi sarana penyebarluasan informasi mengenai berbagai peluang kerja internasional secara berkelanjutan.
“Nah setelah dibentuk Migrant Center, 6 bulan kemudian lakukanlah Job Fair, dalam rangka kita publikasikan, menginformasikan tentang peluang-peluang kerja luar negeri, dan kemudian bagaimana kita memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana bekerja secara prosedural,” ujar Menteri Mukhtaruddin.
Ia menegaskan, pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara bekerja di luar negeri sesuai prosedur sekaligus meminimalkan praktik penempatan nonprosedural yang berisiko merugikan calon pekerja migran.
Job Fair Internasional Perlu Berkelanjutan
Mukhtaruddin juga menilai penyelenggaraan job fair internasional menjadi langkah strategis untuk mempertemukan kebutuhan pasar kerja global dengan lulusan sekolah vokasi maupun lembaga pelatihan yang telah memiliki kompetensi.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, memahami persyaratan kompetensi dan sertifikasi, hingga mengetahui mekanisme penempatan resmi yang harus dipenuhi.
Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkala di berbagai daerah agar akses informasi mengenai kesempatan kerja internasional semakin luas dan merata.
Pendidikan Vokasi Perkuat Daya Saing SDM
Dalam kesempatan yang sama, Mukhtaruddin mengapresiasi inisiatif SMK PASIM melalui program Go Internasional yang dinilai sejalan dengan upaya transformasi pendidikan vokasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja global.
Menurutnya, sekolah vokasi memiliki peran penting dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa asing, disiplin, etos kerja yang baik, serta mampu beradaptasi dengan budaya kerja di berbagai negara.
Dengan kualitas SDM yang terus meningkat, Indonesia diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penyedia tenaga kerja profesional yang dibutuhkan di pasar internasional
Sumber artikel asli: kabargolkar.com





